Google Groups Untuk berlangganan 'lightbreakfast', silahkan masukkan alamat email Anda dan klik tombol 'Berlangganan' sekarang!
Email:
Browse Archives at groups.google.com

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Siap

"Kita tidak bisa merencanakan bagaimana kita lahir atau menjalani masa balita. Yang kita bisa rencanakan adalah bagaimana kita menjalani masa tua kita."

Sebuah angket kecil-kecilan diedarkan kepada responden dengan beberapa kategori usia. Singkat pertanyaanya, "Apakah Anda bersedia tinggal di Panti Jompo pada masa tua Anda nanti? Jelaskan alasan Anda!"
Sudah bisa diduga, responden terbanyak menjawab "Tidak Bersedia." Kenapa? alasanya bermacam-macam, tetapi umumnya mengatakan ingin dekat dengan anak-cucu atau keluarga. Hanya satu yang tegas mengatakan "Bersedia", karena responden ini tidak mau merepotkan anak-anak di masa tuanya nanti.

Masa tua selama ini dianggap sebagai sesuatu yang "berat" baik bagi pelakunya sendiri maupun bagi orang lain. Berat karena masa tua identik dengan masa yang rapuh, lemah dan memberatkan orang lain. Jujur, kebanyakan dari kita mungkin belum siap menghadapi masa tua kita --bahkan sekedar untuk berpikir bagaimana kita akan menjalani hidup di masa tua nanti pun saya yakin kita belum pernah memikirkannya secara serius. Kita mungkin juga tidak akan terpikir kalau sampai kita harus menjadi beban anak-anak karena keadaan kesehatan kita di masa tua.

Ketika kita membuka hari yang baru pagi hari ini, kita diingatkan kembali bahwa sesungguhnya kita bisa mempersiapkan masa tua kita. Karena bagaimana kita menjalani masa tua kita nanti adalah sejauh mana kita mempersiapkannya mulai dari sekarang. Apa yang sudah Anda lakukan sejauh ini?

Selamat pagi dan selamat bekerja n

Pilihan

"I never Knew I had a Choice" - Judul buku karya Gerald Corey, 1978.

Sepasang murid SMU yang sedang pacaran bercakap-cakap santai. "Hidup ini penuh dengan pilihan-pilihan, setuju nggak kamu?" tanya si perempuan.
"Setuju."
"Kalau begitu kamu boleh meniduriku sekarang, kalau mau!"
"Hmm ...." belum selesai si pria merespon, si perempuan melanjutkan, "Kamu juga bebas tidak meniduriku, kalau memang perasaanmu tidak enak."
"Hmm ... ya tentu aku ..."
"Kalau kamu memilih meniduriku sekarang, berarti kamu memang pria hidung belang. Kita sudahi saja hubungan kita!" si perempuan menyela si pria. "Kalau kamu memilih tidak meniduriku, aku meragukan kelaki-lakianmu, dan aku mempertimbangkan mencari pria lain!"
Si pria bingung, "Lho, jadi pilihanku yang mana?"

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita dihadapkan pada persoalan pelik sehingga kita sulit untuk memutuskan suatu pilihan. Kata-kata yang sering terlontar untuk situasi ini adalah, "Apa boleh buat, tidak ada pilihan!" atau "Saya nggak punya pilihan lain."

Sesungguhnya, hidup ini penuh dengan pilihan-pilihan, seperti kata perempuan dalam ilustrasi di atas. Hanya, karena kita terikat oleh situasi dan kondisi tertentu, atau kita takut menanggung akibat dari keputusan yang kita ambil, seolah-olah kita menjadi tidak mempunyai pilihan. Bukankah ketika kita memutuskan tidak memilih pun, kita juga sudah mengambil sebuah pilihan?

Dalam situasi dilematis, selalu cobalah keluar dari frame situasi dan kondisi yang membelenggu kita, pasti kita akan melihat banyak pilihan. I had never knew I had a Choice, judul buku karya Gerald Corey ini mengingatkan bahwa bukannya kita tidak mempunyai pilihan, tetapi yang terjadi adalah kita tidak tahu bahwa sebenarnya selalu ada banyak pilihan. Kita dibutakan oleh ketakutan kita serta persoalan yang kita hadapi. Apakah Anda selalu merasa tidak mempunyai pillihan?

Selamat pagi dan selamat bekerja n

Tulisan terbaru lightbreakfast juga bisa Anda dapatkan melalui layanan email langsung dengan cara subscribe melalui panel Google Group yang tersedia di bagian bawah halaman ini.
© 2006, 2007 Setya Rahadi. Lightbreakfast, adalah catatan perenungan pribadi dengan pesan-pesan singkat, universal dan konstruktif untuk teman minum kopi di pagi hari. Layaknya fast-food, silahkan menyantapnya di tempat atau mengunduh - take away isi blog ini sesuka Anda. Cantumkan sumber apabila Anda mengutip dan mengirimkan ke pihak lain. Kisah-kisah yang dituliskan dalam lighbreakfast diilhami oleh penggalan kisah nyata sehari-hari, dengan penyesuaian seperlunya. Kadang nama tempat atau nama orang ditulis apa adanya, tetapi dalam banyak hal, untuk kepentingan privacy, nama tempat atau nama orang tidak disebutkan secara gamblang. Nama samaran banyak dipakai demi enaknya cerita. Mohon maaf untuk kesamaan tokoh, tempat dan cerita yang mungkin terjadi.