Google Groups Untuk berlangganan 'lightbreakfast', silahkan masukkan alamat email Anda dan klik tombol 'Berlangganan' sekarang!
Email:
Browse Archives at groups.google.com

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kaya

"Kaya bukan tujuan. Manjadi kay a adalah akibat."

Ini adalah kalimat-kalimat yang saya kutip dari selebaran elektronik sebuah seminar: "Apakah Anda bercita-cita ingin menjadi kaya? ... di seminar ini akan dibahas pola pikir dan kehidupan seperti apa yang mendatangkan kekayaan sejati .... bisnis adalah jalan yang paling umum dan paling cepat dilalui karena menurut penelitian 74% orang kaya berasal dari bisnis ... Akan dibahas juga bagaimana cara melakukan perubahan perubahan yang powerfull dan bermanfaat, yang membawa kita untuk meraih kekayaan yang kita impikan."

Sangat provokatif. Perubahan powerfull untuk meraih kekayaan yang kita impikan ... Siapa sih yang tidak ingin menjadi kaya? Apalagi situasi ekonomi sekarang memang memaksa kita untuk berpikir materialistik. Saya yakin seminar ini memang dibanjiri banyak peserta, apalagi pembicaranya adalah seorang icon motivator yang cukup terkenal. Saya tidak mempunyai pikiran dan rencana untuk datang, sehingga saya juga tidak tahu apa isi seminar itu sebenarnya. Tetapi melihat kredibilitas pembicaranya, saya yakin penekanan seminar lebih banyak kepada pemberian motivasi positif kepada para peserta.

Di luar itu semua, ketika saya membaca selebaran elektronik itu, yang terlintas langsung dalam benak adalah betapa akhirnya manusia sekarang memahami "menjadi kaya" adalah sebuah tujuan. Padahal menjadi kaya adalah akibat dari yang kita kerjakan. Yaitu konsistensi, ketekunan, kerja keras dan dibarengi kecerdasan kita dalam berusaha. Apabila kita menempatkan kekayaan sebagai destination semata, saya khawatir kita akan kompromi dengan cara-cara yang kita lakukan. Pokoknya kaya, sehingga kita akan menghalalkan seg ala cara. Bukankah kita tidak ingin seperti itu? Percayalah bahwa semuanya akan ditambahkan kepada kita, justru ketika kita melakukan dan mendedikasikan diri kita untuk selalu yang terbaik ...

Selamat pagi, selamat bekerja n

Daun

"Tidak ada satupun di dunia ini yang identik. Seperti pelangi, keindahan kehidupan manusia ter jadi justru karena adanya perbedaan."

Sambil duduk menunggu anak usai sekolah, saya memperhatikan dua orang anak kelas satu SD sedang bermain tebak-tebakan.
"Daun apa yang tidak berwarna hijau?" tanya salah satu anak.
"Daun puring!" jawab anak yang lain spontan.
"Salah."
"Daun kastuba!"
"Salah!"
"Apa dong?"
"Daun jendela, daun pintu, daun telinga …" jawab si anak pertama disambut ha ha ha, gelat-tawa riang bersama.

Mendengar gurauan mereka itu saya teringat akan pelajaran biologi semasa sekolah. Kita pernah belajar dalam ilmu biologi bahwa fungsi daun dalam tumbuhan sebagai tempat "memasak" makanan. Daun membutuhkan bahan makanan yang dikumpulkan oleh akar serta dikirimkan oleh batang, kemudian daun juga membutuhkan sinar matahari sebagai sumber energi untuk memasak makanan. Daun kemudian menditribusikan kembali makanan yang sudah diolah. Betapa sentralnya peran daun dalam tumbuhan.

Dari mata pelajaran yang sama, kita juga belajar tentang fungsi "daun" lain yang ada dalam tubuh hewan dan manusia: daun telinga. Berbeda dengan daun pada tumbuhan, daun telinga pada binatang dan manusia bukan menjadi tempat memasak makanan. Bahkan fungsinya sedemikian tidak penting. Dalam pelajaran biologi daun telinga disebut sebagai organ rudimenter, artinya fungsi dan peranannya tidak begitu jelas dan penting. Meskipun sebagian mempercayai bahwa daun telinga pada manusia dan hewan berfungsi untuk mengatur dan mengarahkan suara ke dalam gendang telinga, tetapi kalau pun daun telinga tidak ada, ternyata pendengaran manusia atau hewan juga tidak akan bermasalah. Belakangan diakui daun telinga berfungsi sebagai pengaman lubang telinga terhadap gangguan luar, seperti air, debu, binatang dan lain-lain.

Dalam organisasi, kita masing-masing barangkali mempunyai peran seperti daun dalam tumbuhan. Begitu sentral, begitu penting. Ada juga yang mungkin berfungsi seperti daun telinga. Tidak begitu di perhatikan dalam kondisi normal, tetapi ketika daun telinga tidak ada, k ita gusar. Bukan hanya bingung meletakkan anting atau gagang kacamata, tetapi juga berbahaya bagi gendang telinga karena kotoran dan binatang mudah masuk.

Seberapa pun kecil peran orang lain dalam organisasi, sama seperti tubuh dengan banyak anggota, mereka adalah bagian dari keseluruhan organisasi / perusahaan. Belajarlah untuk saling menghargai, karena perbedaan --apalagi peran-- akan selalu ada. Perbedaan adalah bagian anugerah Tuhan yang paling indah.

Selamat pagi, selamat bekerja n

Tulisan terbaru lightbreakfast juga bisa Anda dapatkan melalui layanan email langsung dengan cara subscribe melalui panel Google Group yang tersedia di bagian bawah halaman ini.
© 2006, 2007 Setya Rahadi. Lightbreakfast, adalah catatan perenungan pribadi dengan pesan-pesan singkat, universal dan konstruktif untuk teman minum kopi di pagi hari. Layaknya fast-food, silahkan menyantapnya di tempat atau mengunduh - take away isi blog ini sesuka Anda. Cantumkan sumber apabila Anda mengutip dan mengirimkan ke pihak lain. Kisah-kisah yang dituliskan dalam lighbreakfast diilhami oleh penggalan kisah nyata sehari-hari, dengan penyesuaian seperlunya. Kadang nama tempat atau nama orang ditulis apa adanya, tetapi dalam banyak hal, untuk kepentingan privacy, nama tempat atau nama orang tidak disebutkan secara gamblang. Nama samaran banyak dipakai demi enaknya cerita. Mohon maaf untuk kesamaan tokoh, tempat dan cerita yang mungkin terjadi.