Google Groups Untuk berlangganan 'lightbreakfast', silahkan masukkan alamat email Anda dan klik tombol 'Berlangganan' sekarang!
Email:
Browse Archives at groups.google.com

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Zidane(2)

"You can take the man out of the rough neighborhood, but you can not take the rough neighborhood from the man." - Thierry Henry

Sampai hari ini, "sundulan maut" Zidane yang menyebabkan Kapten kesebelasan Prancis itu dikeluarkan dari arena pertandingan final Prancis-Italia , 10 July 2006 lalu, masih menyisakan banyak cerita. Penyesalan banyak datang dari pendukung Prancis karena dengan 10 pemain tanpa Kapten di sisa pertandingan, tentu akan menjadi teror mental tersendiri. Bahkan ketika pertandingan harus diakhiri dengan adu pinalti, Zidane yang juga merupakan tim algojo Prancis tak ikut menendang bola, kekosongan itu dirasakan tim Prancis. Kekalahan pun tak terhindarkan.

Banyak orang menduga bahwa sebelum terjadi "sundulan maut" itu pastilah Materazzi melontarkan kata-kata yang sangat menyinggung Zidane. Masuk di akal karena Italia tentu mempunyai kepentingan untuk melakukan serangan psikologis terhadap para pemain Prancis yang terlihat lebih sering melakukan tekanan ke kubu Italia. Berita yang dirilis beberapa media menyebutkan bahwa SOS-Racism, sebuah lembaga advokasi anti-rasis yang berkedudukan di Prancis telah mengeluarkan pernyataan hari Senin, bahwa "sumber yang bisa dipercaya dari kalangan dunia sepakbola" mengungkapkan bahwa Materazzi memprovokasi Zidane dengan kata-kata "dirty teroris". Menyebabkan Zidane yang keturunan Algeria ini tidak bisa lagi mengontrol emosinya. Statemen ini dibantah oleh Materazzi, tetapi tetap diinvestigasi secara serius oleh FIFA.

Insiden "sundulan maut" menyadarkan kita bahwa Zidane yang selama ini banyak dipuja sebagai superstar --dan diramalkan bakal menutup akhir karirnya dengan membawa tim Prancis merebut Piala Dunia-- adalah manusia biasa yang juga mempunyai banyak kelemahan. Segala keberadaannya tak lepas dari latar belakang kehidupan masa lalunya. Seperti riwayat banyak superstar --sebutlah Mike Tyson-- yang berasal dan dibesarkan dalam lingkungan keras, Zidane dibesarkan daerah keras dan miskin para imigran di Marseille. Zidane adalah potret pria sukses yang tidak bisa keluar (dan menjadi korban) dari mentalitas agresif "kamu atau saya". Dan kalau itu benar, maka seolah ini kembali menegaskan teori-teori psikologis yang diakui selam ini, bahwa bagaimana seorang anak dibesarkan akan sangat berpengaruh pada pembentukan karakter dan perilaku selanjutnya. Kata-kata Thierry Henry, striker Prancis yang saya kutip di atas ada benarnya. Bahwa kita bisa (dengan mudah) memisahkan seseorang dari lingkungan buruknya, tetapi sulit untuk mencabut kembali pengaruh buruk yang sudah merasuk dalam jiwanya. Tugas kita sebagai orangtua untuk memastikan bahwa anak-anak kita (nantinya) tidak terjerumus kepada pengaruh-pengaruh buruk di masa kecilnya.

Selamat pagi dan selamat bekerja n

Zidane(1)

"Anda barangkali tidak punya banyak pilihan untuk memulai sesuatu, tetapi bagaimana Anda menyelesaikannya, sepenuhnya menjadi pilihan Anda."

Partai final sepakbola piala dunia antara Prancis dan Italia yang disiarkan SCTV Senin subuh, 10 July 2006 menyisakan cerita tragis bagi Zinedine Zidane, kapten kesebelasan Prancis yang kabarnya segera mundur dari arena selepas piala dunia ini. Penyesalan yang mendalam barangkali ia rasakan karena justru pertandingan yang ia harapkan menjadi kenangan terakhir yang manis harus berujung kepada pengusirannya dirinya dari lapangan sebelum pertandingan benar-benar selesai. Ia mendapatkan kartu merah setelah gagal mengendalikan emosinya, dengan sengaja "menyundul" dada pemain Italia Materazzi.

Menyaksikan adegan "sundulan maut" di layar kaca, memang tak terduga. Begitu cepat, dan dalam sekejap telah membuat jutaan pasang mata penggemar dan simpatisan di seluruh dunia menyesalkannya. Bahkan Zidane sendiri barangkali tidak menyadari apa yang terjadi. Yang ia rasakan kemudian adalah penyesalan yang mendalam, bahwa kelakuannya itu telah mengakibatkan ia diberi kartu merah, dan mengakhiri karir cemerlangnya dengan cara tidak terhormat, yang tidak ia harapkan sama sekali!

Perjalanan hidup dan karir kita ibarat sebuah buku putih yang dengan bebas kita bisa menuliskan jalinan cerita di dalamnya. Apa yang Anda lakukan sehari-hari, apa yang Anda capai dalam hidup, bagaimana perjalanan karir Anda, akan tertulis secara otomatis dalam buku putih itu! Celakanya, tidak seperti tulisan pensil, Anda tidak bisa menghapus begitu saja apa yang sudah tertulis di dalamnya. Seorang Zidane pun tidak bisa menghapus "cerita" yang sudah "ditulisnya" di buku putih itu begitu saja. Bahkan dengan lautan air mata penyesalan pun, apa yang sudah dilakukannya di pentas final piala dunia itu tidak mungkin akan hilang.

Oleh sebab itu, menjadi sangat penting bagi kita semua untuk selalu berpikir dua-tiga kali untuk hal-hal yang akan kita lakukan. Anda mungkin tidak punya banyak pilihan ketika harus memulai "cerita" dalam "buku putih" Anda. Persis seperti Anda tidak bisa memilih bagaimana dan oleh siapa Anda dilahirkan di dunia ini. Tetapi Anda mempunyai hak dan kontrol penuh bagaimana Anda mengisi hari-hari Anda, bagaimana Anda "menulis" cerita dalam "buku putih" pribadi Anda. Jangan sampai Anda mengakhiri hidup dan karir Anda dengan "ending cerita" yang tragis seperti apa yang dialami Zidane.

Selamat pagi dan selamat bekerja n

Tulisan terbaru lightbreakfast juga bisa Anda dapatkan melalui layanan email langsung dengan cara subscribe melalui panel Google Group yang tersedia di bagian bawah halaman ini.
© 2006, 2007 Setya Rahadi. Lightbreakfast, adalah catatan perenungan pribadi dengan pesan-pesan singkat, universal dan konstruktif untuk teman minum kopi di pagi hari. Layaknya fast-food, silahkan menyantapnya di tempat atau mengunduh - take away isi blog ini sesuka Anda. Cantumkan sumber apabila Anda mengutip dan mengirimkan ke pihak lain. Kisah-kisah yang dituliskan dalam lighbreakfast diilhami oleh penggalan kisah nyata sehari-hari, dengan penyesuaian seperlunya. Kadang nama tempat atau nama orang ditulis apa adanya, tetapi dalam banyak hal, untuk kepentingan privacy, nama tempat atau nama orang tidak disebutkan secara gamblang. Nama samaran banyak dipakai demi enaknya cerita. Mohon maaf untuk kesamaan tokoh, tempat dan cerita yang mungkin terjadi.