Google Groups Untuk berlangganan 'lightbreakfast', silahkan masukkan alamat email Anda dan klik tombol 'Berlangganan' sekarang!
Email:
Browse Archives at groups.google.com

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sempat

"For the most part, we are too busy doing just about everything, that means just about nothing, to just about nobody, just about anywhere ... " - Mathew Kelly, The Rythm of Life

Kata "sempat" dan "sempit" hanya dibedakan oleh satu huruf "a" dan huruf "i", tetapi bukan berarti kedua kata itu mempunyai arti yang berdekatan. Kalau pun mau di cocok-cocokan, dua kata itu mempunyai nuansa situasi yang mirip, yaitu situasi keterbatasan. Tengoklah dua pernyataan ini (1) "Waduh, saya nggak sempat makan siang!" ; atau (2) "Ruangan ini saya rasa terlalu sempit ya?!" Dua kalimat itu menunjukkan sebuah kondisi keterbatasan dimana dalam contoh pertama menunjukkan keterbatasan waktu, dan yang kedua menunjukkan keterbatasan tempat.

Kata "sempat" dan "sempit" menjadi kata yang semakin akrab di kalangan manusia moderen. Tidak sempat, menunggu kesempatan, waktu saya sempit, ukuran kamar terlalu sempit, bahkan uangkapan 'mengambil kesempatan dalam kesempitan' menjadi lebih sering kita dengar. Manusia moderen menjadi sangat sibuk, sehingga kesempatan baik menjadi barang langka, di pihak lain ruang gerak mereka jauh menjadi lebih sempit. Kutipan yang saya ambil dari buku The Rythm of Life di atas menggelitik kesadaran kita, bahwa dalam banyak hal kita menjadi terlalu sibuk dengan segala sesuatu, padahal semuanya itu nothing! Kita bilang tidak sempat makan, padahal karena memang kita terlalu rebyek menggunakan banyak waktu justru untuk memasak dan menyiapkannya, atau terlalu sibuk memilih restoran dan dengan siapa kita mau makan. Kita tidak sempat berolah raga, bukan karena tidak ada waktu, tetapi urusan mendaftarkan diri ke Fitness Centre atau klub olah raga telah menyita banyak waktu kita. Betapa kita ini memang sibuk dengan sedala sesuatu yang sebenarnya justru sekedar akseoris perilaku dan gaya hidup!

Hari ini, cobalah Anda untuk memfokuskan diri terhadap apa yang akan menjadi maksud dan tujuan kita sebenarnya, dan tidak menggunakan banyak waktu Anda justru hanya untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya bukan kegiatan utama.

Selamat pagi, selamat bekerja g

Aspal

"Sama seperti cairan deterjen tidak akan bisa mencuci bersih noda aspal di pakaian, hukum dan perundangan juga tidak bisa menghentikan budaya penggunaan barang-barang 'aspal'. Hanya satu perangkat pembersih yang manjur: NIAT."

Aspal adalah sejenis residu yang dihasilkan dalam proses distilasi minyak bumi. Dalam proses distilasi yang biasanya diikuti dengan proses-proses lain, emas hitam yang berupa cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar itu akan menghasilkan juga antara lain minyak tanah, bensin dan lilin.

Aspal lebih dikenal sebagai bahan untuk pembuatan jalan. Sifatnya yang kenyal bila terkena panas sedang, mencair kalau kena panas tinggi dan kemampuannya mengikat benda-benda lain serta menutup pori atau retakan, membuatnya sangat pas dipakai sebagai bahan pelapis jalan raya. Semakin terkena panas matahari dan banyak dilalui kendaraan, aspal akan semakin berfungsi baik. Jalan raya menjadi mulus karenanya. Itu sebabnya aspal juga banyak digunakan muntuk melapisi dak atau talang air yang mengalami kebocoran. Ketika sinar matahari melelehkan aspal, maka pori-pori dak atau talang air yang bocor akan tertutup.

Namun demikian, aspal cair juga menjadi musuh besar para pecinta kemulusan mobil karena begitu menempel di body mobil jangan harap Anda bisa membersihkannya dengan proses pencucian biasa. Demikian juga bila pakaian kita terkena noda aspal, terlebih aspal cair, Anda bisa bersiap-siap untuk membeli pakaian baru. Aspal tidak akan mudah dicuci dengan deterjen dan air biasa tanpa meninggalkan sisa-sisa yang kuat menempel di serat kain.

Akan halnya 'aspal' yang lain, yakni 'ASli tapi PALsu' malah sudah merasuk sedemikian hebatnya ke dalam 'serabut-serabut kain putih' kemurnian mental-moralits kita. Bukankah ada istilah ijasah aspal, KTP aspal, spare-parts 'aspal' serta barang-barang 'aspal' lainnya termasuk DVD dan VCD bajakan? Yang terakhir ini malah luar biasa. Meski perangkat hukum undang-undang mengenai hak-cipta sudah tersedia, pengerebekan yang juga sering diberitakan di koran, seolah hanya menjadi basa-basi seremonial.

Memang, perangkat hukum secanggih apa pun yang diciptakan manusia tidak akan pernah menandingi kekuatan yang berasal dari NIAT. Kalau kita semua mempunyai kesadaran kolektif untuk selalu menguji dan melaksanakan niat yang baik, maka barangkali hukum tidak diperlukan lagi. Penggrebekan juga tidak ada. Maka, marilah kita mengawali segala sesuatu dengan NIAT yang baik. Selebihnya saya percaya, akan mengikuti niat Anda.

Selamat pagi, selamat bekerja n

Tulisan terbaru lightbreakfast juga bisa Anda dapatkan melalui layanan email langsung dengan cara subscribe melalui panel Google Group yang tersedia di bagian bawah halaman ini.
© 2006, 2007 Setya Rahadi. Lightbreakfast, adalah catatan perenungan pribadi dengan pesan-pesan singkat, universal dan konstruktif untuk teman minum kopi di pagi hari. Layaknya fast-food, silahkan menyantapnya di tempat atau mengunduh - take away isi blog ini sesuka Anda. Cantumkan sumber apabila Anda mengutip dan mengirimkan ke pihak lain. Kisah-kisah yang dituliskan dalam lighbreakfast diilhami oleh penggalan kisah nyata sehari-hari, dengan penyesuaian seperlunya. Kadang nama tempat atau nama orang ditulis apa adanya, tetapi dalam banyak hal, untuk kepentingan privacy, nama tempat atau nama orang tidak disebutkan secara gamblang. Nama samaran banyak dipakai demi enaknya cerita. Mohon maaf untuk kesamaan tokoh, tempat dan cerita yang mungkin terjadi.