6:00 AM
Setya Rahadi
"Anda tidak akan pernah merasa cukup sampai Anda mengatakannya sendiri."
Bangsa Indonesia pernah dijajah Belanda selama 3.5 abad dan kemudian disusul Jepang selama 3.5 tahun. Masa penjajahan yang sangat lama, mengingat usia manusia Indonesia rata-rata hanyalah 65 tahun, yang berarti dengan matematika sederhana ada kurang lebih 5 generasi nenek moyang kita menderita karena penjajahan itu.
Penjajahan paling lama yang kita alami saat ini adalah penjajahan yang terjadi di dalam diri kita sendiri. Bukan oleh Belanda, Jepang atau Amerika, melainkan oleh sebuah "bangsa" yang disebut "keinginan". Perjuangan untuk menuju kemerdekaan atas penjajahan "keinginan" itu sepertinya tak pernah usai. Pasukan gerilya "suara hati" atau "nurani" seolah tak pernah mencapai kemenangannya, dan "keinginan-keinginan" tetap menguasai serta mengontrol hidup kita !
Untuk berhasil menang dalam perang melawan "keinginan-keinginan", rupanya tidak bisa dengan jalan kekerasan. Tidak cukup hanya menggunting kartu kredit, memaksa diri untuk tidak bekunjung ke mall atau hypermarket, stop nonton televisi dan baca iklan, atau menghindari sesuatu yang bisa membangkitkan "keinginan". Tidak. Anda hanya memerlukan satu kata: "cukup"; dan mengatakannya kepada jiwa Anda setiap kali: "Cukup ...".
Tanpa rasa "kecukupan" dan membiarkan "keinginan-keinginan" terus menguasai hidup, Anda akan menjadi manusia yang sangat lelah.
Selamat pagi dan selamat bekerja g
6:00 AM
Setya Rahadi
"Setiap orang mempunyai masalah. Tetapi masalah terbesar manusia adalah kebiasaan memelihara masalah itu tetap sebagai masalah."
Sebuah kertas berukuran kartu nama dan berhiaskan dua buah daun berwarna coklat muda dan krem dibagikan kepada para pelayat yang hadir. Di sana tertulis: "I found that I'm dying in the young age, ada perasasaan sedih, tetapi tetep berdoa; kalau God's will to make me stay alive so be it & kalo Tuhan mau Dewi kembali ke sisi-Nya, maka itu juga akan menjadi kebahagiaan karena bisa bertemu dengan-Nya muka dengan muka." Kutipan itu diakhiri dengan kata-kata "Dewi, 17 Des 03".
Ratusan pelayat yang hadir dalam upacara doa abu jenazah Dewi di Kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta Selasa 8 July 2004, merasa terharu sekali membaca kutipan yang dipersiapkan teman-teman baik Dewi itu. Itu adalah kutipan surat Dewi kepada teman-temannya ketika kesehatannya mulai memburuk akibat kanker darah yang dideritanya sejak lama. Yang membuat rekan-rekannya semakin kehilangan adalah, sebelum menjalani perawatan di Singapore, dalam kesehariannya Dewi tetap menunjukkan sikap yang positif dan penuh semangat. Senyum ramah yang senantiasa menghiasi bibirnya tidak pernah dilupakan teman-teman kuliahnya. Vonis kematian yang bagi kebanyakan orang akan menjadi masalah besar tidak sedikit pun mengganggu kegiatannya sehari-hari. Luar biasa.
Dalam menghadapi sebuah masalah, manusia mempunyai sikap beragam. Pertama adalah jenis manusia yang cepat sekali down, keder apabila dihadapkan kepada satu masalah. For them, a problem --whatever it is-- is a disaster. Sebisa mungkin masalah dihindari. Jenis yang lain adalah manusia yang sebenarnya mengerti ada masalah, tetapi mereka keep a distance. Membiarkan masalah itu, menganggap seolah-olah tidak ada atau berharap atau percaya bahwa masalah itu akan berlalu begitu saja. Jenis yang terakhir adalah jenis manusia yang percaya bahwa masalah itu harus dihadapi dan diselesaikan.
Apa pun sikap Anda terhadap segala masalah yang Anda hadapi hari ini, saya mengingatkan bahwa bagaimana pun, masalah adalah realita yang harus dihadapi. Semakin Anda menghindar atau mendiamkan sebuah masalah, seperti bola salju yang makin besar menggelinding ke bawah, ia akan menjadi bom waktu yang sangat dahsyat.
Selamat pagi dan selamat bekerja n
Tulisan terbaru lightbreakfast juga bisa Anda dapatkan melalui layanan email langsung dengan cara subscribe melalui panel Google Group yang tersedia di bagian bawah halaman ini.
© 2006, 2007 Setya Rahadi. Lightbreakfast, adalah catatan perenungan pribadi dengan pesan-pesan singkat, universal dan konstruktif untuk teman minum kopi di pagi hari. Layaknya fast-food, silahkan menyantapnya di tempat atau mengunduh - take away isi blog ini sesuka Anda. Cantumkan sumber apabila Anda mengutip dan mengirimkan ke pihak lain.
Kisah-kisah yang dituliskan dalam lighbreakfast diilhami oleh penggalan kisah nyata sehari-hari, dengan penyesuaian seperlunya. Kadang nama tempat atau nama orang ditulis apa adanya, tetapi dalam banyak hal, untuk kepentingan privacy, nama tempat atau nama orang tidak disebutkan secara gamblang. Nama samaran banyak dipakai demi enaknya cerita.
Mohon maaf untuk kesamaan tokoh, tempat dan cerita yang mungkin terjadi.